Gempa Tektonik Magnitudo 4,6 Guncang Agam Sumatera Barat, Warga Diimbau Tetap Tenang

AGAM – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (28/12/2025) pagi. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 09.11 WIB tersebut membuat warga terkejut dan sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, episenter gempa terletak pada koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,10 Bujur Timur. Pusat gempa berlokasi di darat, tepatnya berjarak 17 kilometer arah timur laut Agam, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Dipicu Aktivitas Sesar Sianok
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Sianok,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Minggu (28/12).
Hanya berselang empat menit kemudian, tepatnya pukul 09.15 WIB, gempa susulan dengan kekuatan lebih besar yakni M 4,7 kembali mengguncang lokasi yang hampir berdekatan, menambah kekhawatiran warga.
Dampak Guncangan Dirasakan Kuat
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Lubuk Basung, Bukittinggi, hingga Padang Panjang. Di Lubuk Basung, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, membuat perabotan bergoyang dan pintu berderik.
“Gempanya terasa menghentak tiba-tiba. Kami sekeluarga langsung lari keluar rumah karena takut ada bangunan yang roboh,” ujar Rinaldi (34), warga Lubuk Basung saat dihubungi.
Berdasarkan skala intensitas, guncangan dirasakan III-IV MMI di Bukittinggi dan Agam (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), serta II-III MMI di Padang Panjang dan Tanah Datar.
Imbauan untuk Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan signifikan akibat rentetan gempa tersebut. Namun, pihak kepolisian dan BPBD setempat terus melakukan patroli dan pendataan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa dan memastikan struktur rumah aman sebelum memasukinya kembali.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tutup keterangan BMKG.
ARTIKEL TERKAIT

Jangan Asal Patok”, Denny Mok Tekankan Pentingnya Dasar Penentuan Harga di Meetup MCU

Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026: Total 27 Tanggal Merah, Simak Daftar Lengkapnya

Transformasi Digital Indonesia 2025: Tantangan dan Peluang di Era Baru
